
Terinspirasi oleh blog Emi Zahra, akhirnya saya berencana menuliskan tentang Linux yang sudah saya install di Desktop PC saya. Jika teh emi menggunakan Linux Fedora 8, saya menggunakan Kubuntu Linux Intrepid Ibex 64-bit yang dirilis bulan Oktober (release 8.10). Yang merupakan rilis terbaru dari Linux Ubuntu dengan Desktop Manager KDE. Kali ini cukup menggembirakan karean Kubuntu Intrepid Ibex dibundle dengan KWin, yaitu Compositing Window Manager, dan KDE 4.1, yang dengan begitu bisa menggunakan efek-efek layaknya compiz-fusion di GNOME yang digunakan oleh teman sekeluarga Kubuntu, yaitu Linux Ubuntu.
- Processor: Intel Core2 CPU 6420 @ 2.13GHz
- Memory : 4 GB DDR2 RAM
- Monitor : LCD Widescreen 1440x900 max res.
- VGA : nVidia GeForce 8800 GTS 512 MB GDDR VRAM
- Motherboard Chipset : nVidia nForce 680i SLI
Instalasi cukup lancar, saya tidak menggunakan WUbI dalam instalasi kali ini, untuk fresh install untuk Kubuntu 64 kali ini berjalan mulus tanpa halangan satu apapun di salah satu paritisi Hard Disk saya yang hanya berukuran 10GB. Pada awalnya compositor KDE akan mendisable seluruh effect. Karena saya belum menginstall driver official dari nVidia. Seluruh driver terdeteksi dengan mulus, akan tetapi ada masalah dengan driver forcedeth yang digunakan untuk menghidupkan ethernet driver dari nForce sehingga networking saya tidak jalan walaupun IP dan segala macam konfigurasi network sudah saya edit. Setelah kembali menggunakan Microsoft Windows untuk melihat solusinya di Ubuntu Forum, Ternyata memang driver nForce eth ini bermasalah. Solusinya adalah mematikan interrupt dengan option msi=0 dan msix=0 pada saat modprobe. Cara cepat tanpa restart, tetapi tidak permanent adalah dengan cara sebagai berikut:
[lynxluna@daemon64] $ rmmod forcedeth
[lynxluna@daemon64] $ modprobe forcedeth msi=0 msix=0
[lynxluna@daemon64] $ sudo /etc/init.d/networking restart
[lynxluna@daemon64] $ sudo echo "options forcedeth msi=0 msix=0" >> /etc/modprobe.d/options
[lynxluna@daemon64] $ sudo update-initramfs -u
Maka ketika linux pertama kali start, maka network akan langsung dikenali. Nah, kemudian saya menemui keganjilan kedua, saya mengganti IP, DNS, dan lain-lain menggunakan Network Manager milik KDE, yang terjadi adalah, justru malah IP saya tidak terkonfigurasi dengan benar. Untung saya sudah familiar dengan environment ubuntu, sehingga saya mengkonfigurasikan IP dengan mengedit file /etc/network/interfaces. Dan menambahkan entry sebagai berikut:
iface eth0 inet static
address 192.168.5.55
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.5.1
auto eth0
Kemudian saya juga mengedit /etc/resolv.conf untuk setting DNS server saya.
nameserver 202.149.84.34
nameserver 202.149.87.250
Saya restart network dan kali ini saya berhasil konek, dan mengupdate repository serta mengupgrade software-software yang terinstall. Instalasi driver nVidia juga berjalan dengan mulus. Ketika desktop effects saya hidupkan cukup puas dengan eye candy yang ditawarkan oleh KWin di KDE 4.1, Eye candy ini dijalankan oleh Compositor sehingga dibutuhkan 3D Card yang mendukung OpenGL untuk menjalankannya.
Beberapa effect yang cukup catchy untuk ditangkap:
Wobbly Window

Switcher

Dan dari snapshot tool top, tool untuk melihat load RAM dan process, didapat bahwa saya menggunakan 4GB RAM saya secara penuh

dan uname dari system saya adalah Linux DAEMON64 2.6.27-7-generic #1 SMP Tue Nov 4 19:33:06
UTC 2008 x86_64 GNU/Linux
Yang artinya saya menggunakan kernel 2.6.27-7 generic, SMP (karena multicore), dan architecturenya adalah X86_64.
Nah, bagaimana dengan dock yang saya pasang? Dock tersebut adalah kiba-dock, yang saya compile dan install sendiri ke system... hanya untuk mempercantik saja.
Dari dulu saya tidak suka dengan KDE, baru kali ini saya mau menggunakan KDE 4.1, karena banyak improvisasi, dan design theme yang rapi dan bagus..
Linux emang T.O.P.
Apasih kelebihan 64-bit platform dibanding 32-bit platform? Orang bilang ga ada bedanya, benarkah, mari kita ulas satu-satu:
- Ukuran register yang "membengkak" dari 32-bit menjadi 64-bit, seluruh operasi dilakukan dalam 64 bit integer. Push dan pop di stack selalu berukuran 8 byte dan pointer selalu 8 byte. Artinya? operasi 64 bit bisa dilakukan di register yang merupakan memory paling cepat.
- Penambahan register yang tadinya 8 GPR (General Purpose Register) menjadi 16, sehingga parameter dan variable dalam fungsi bisa disimpan dalam register daripada di stack. Jadinya sangat mengakselerasi pemanggilan fungsi dalam program.
- Tambahan register XMM, 128-bit XMM register ditambah dari 8 ke 16.
- Virtual Address Space sampai dengan 256 TeraBytes untuk arsitektur prosesor yang ada sekarang, yang dapat ditingkatkan di implementasi masa depan sekitar 16 ExaBytes, bandingkan dengan hanya 4 GB untuk 32-bit x86. Dengan begitu operasi memori map lebih cepat. Karena file besar dapat dengan cepat dimap di memory.
- Physical address space sampai dengan 1 TB RAM, arsitektur mengizinkan RAM hingga 4 PetaBytes di masa depan.
- Instruction pointer relative data access, instruksi dapat mereferensi data dari Instruction Pointer (RIP).
- SSE Instructions menggunakan SSE dan SSE2, SSE3 ditambahkan di april 2005 SSE dam SSE2 ditingkatkan menjadi 16 XMM register.
- No Execute Bit, NX bit tersedia di architecture ini. sebagai proteksi terhadap ekseksui buffer overrun.
Lumayan juga peningkatan performanya, sehingga eksekusi program mengalami peningkatan. Akan tetapi perlu diingat, walaupun 64 merupakan 2x32 bukan berarti akan 2x lebih cepat, hanya saja kelebihannya processor akan menggunakan register bukan menggunakan stack. Dan yang paling top, adalah saya bisa menggunakan 4GB memory yang terpasang di harddisk saya.
Saya jadi tidak sabar untuk belajar instructions set untuk x86_64 untuk digunakan dalam aplikasi.
Mantaf juga yah Kubuntu Intrepid Ibex ini...

0 komentar:
Poskan Komentar